Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Seniman Ludruk
1. Agus Kuprit, pelawak, pemain ludruk RRI Surabaya, tinggal di Kenongo, Tulangan.
2. Kunhadi, pemain ludruk RRI Surabaya
3. Momon, pelawak, tinggal di Balungbendo, pernah menjadi juara Lomba III Lomba Lawak tingkat Surabaya bersama grup Yudha Surabaya tahun 1970-an, pernah bergabung dengan ludruk Bintang Surabaya, Angkasa Budaya, Beringin Jaya, Sangkuriang, Sari Wangi dan berduet dengan Agus Kuprit keliling desa promosi jamu. Pegawai Honorer Tetap (PHT) RRI Surabaya ini lahir di Surabaya, 10 Juli 1954, hanya lulusan SD di Petemon Surabaya, namun berhasil mengantarkan anak-anaknya menjadi sarjana dan dokter. Kampung Petemon dan Balungbendo adalah dua daerah yang sangat berarti dalam hidupnya. Seperti kidungannya, “Gelali teko Petemon, Kulak Gethuk Pohong nang Kaliondo. Ojok Lali karo Cak Momon, pelawak ludruk teko Balungbendo”. Belakangan, Momon pindah lagi ke Petemon Surabaya. Lanjut Baca »

Diperkirakan ada sekitar 40 – 60 dalang wayang kulit yang ada di Sidoarjo, hampir semuanya gaya Wetanan. Sedangkan dalang Gaya Kulonan diantaranya adalah:
1. Soerono Gondo Taruno, Wedoro, yang belum lama pindah dari kota Surabaya.
2. Hardjito, Tambakrejo, Waru.
3. Dan beberapa nama lagi. Lanjut Baca »

Aktivis Kesenian di Sidoarjo

Disamping nama-nama tersebut, berikut ini adalah seniman Sidoarjo yang juga potensial dan aktif sebagai pelaku dan organisator kesenian. Lanjut Baca »

Sejak tahun 1998, ketika Imam Utomo kali pertama menjabat Gubernur Jawa Timur, setiap tahun memberikan penghargaan kepada seniman dan budayawan Jawa Timur yang berjasa, berprestasi dan berdedikasi pada dunia seni budaya. Sebelumnya memang sudah pernah ada penghargaan Gubernur, namun baru dalam era Imam Utomo dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun tanpa ada yang terlewat sekalipun. Beruntung ketika Gubernur berganti dengan Soekarwo, tradisi ini berlanjut kembali. Lanjut Baca »

Seni Rupa

1. Sanggar (Padepokan Seni Lukis Indonesia) Tanah Jawa, dimotori oleh pelukis Setyoko, yang tinggal di kawasan perumahan Makarya Binangun, Kec. Waru. Kelompok ini beberapa kali menggelar pameran bersama, diantara yang terlibat antara lain Hardono, Joko Lelono, Misgei, Djagad, dan juga perupa dari Surabaya, seperti Nana Tommy dan Nunung Bahtiar. Lanjut Baca »

Sulit mendata keberadaan organisasi kesenian di Sidoarjo. Banyak terdengar ada sejumlah nama namun tidak ada aktivitasnya atau tidak jelas kepengurusannya. Satu-satunya yang jelas keberadaannya hanya Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda), itupun hanya karena mendapat surat pengukuhan (SK) dari Bupati, namun aktivitasnya juga juga belum dapat dijalankan secara maksimal. Lanjut Baca »

Jenis Kesenian di Sidoarjo

Kesenian tradisional (rakyat) yang banyak berkembang dalam wilayah budaya Arek adalah Ludruk, Wayang Kulit Jawa Timuran (Wayang Jek Dong), Tayub, Jaranan, dan berbagai kesenian bercorak Islam seperti dibaan, terbangan, hadrah, dan sebagainya. Sementara kesenian modern berkembang di pusat kota. Dan meski bukan menjadi ciri kesenian di wilayah budaya Arek, di Sidoarjo juga terdapat wayang Potehi (pengaruh kesenian China). Lanjut Baca »

Sidoarjo Selayang Pandang

Sidoarjo adalah sebuah hinterland bagi Surabaya. Sidoarjo dikenal sebagai penyangga utama Kota Surabaya dan termasuk kawasan Gerbangkertosusila (Gersik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan). Sebagai kawasan penyangga Sidoarjo banyak mendapatkan manfaat dengan kedekatannya dengan ibukota propinsi Jawa Timur itu. Meskipun dalam satu tarikan nafas yang sama Sidoarjo juga harus menanggung banyak beban dari perkembangan Surabaya yang semakin metropolis. Lanjut Baca »

Mencoba membuat peta potensi kesenian di Sidoarjo bisa dibilang gampang-gampang susah. Sidoarjo bukan kota yang secara khusus memiliki kekhasan termasuk soal kesenian. Posisinya yang berdempetan dengan Surabaya menjadikan Sidoarjo tak ubahnya seperti “Surabaya Selatan”. Apalagi akibat pemekaran kota yang sedemikian pesat banyak warga Surabaya yang memilih bermukim di Sidoarjo, sementara aktivitas kerjanya masih berada di Surabaya. Lanjut Baca »

Pengantar

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadlirat Tuhan Yang Maha Esa bahwa akhirnya buku Potensi Kesenian Kabupaten Sidoarjo ini dapat terbit. Rencana menulis buku seperti ini memang sudah berlangsung sangat lama namun selalu saja tertunda-tunda karena berbagai alasan. Salah satu diantaranya adalah, keseriusan melakukan pendataan secara menyeluruh sehingga dapat terangkum semua potensi kesenian yang ada di Sidoarjo ini. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.