Pada dasarnya kemajuan suatu daerah tidak hanya bisa diukur dari prestasi yang dicapai dalam bidang ekonomi dan IPTEK saja, tetapi aspek kesenian dan kebudayaan pada umumnya dan moral pada khususnya. Salah satu faktor penyeimbang dalam rangka menunjang dan berperan aktif pada pencapaian keberhasilan pembangunan fisik dan manusia seutuhnya adalah kesenian.
“Untuk menyongsong Sidoarjo menjadi Kota Metropolitan dan Kota festival, maka diharapkan kepada senimam-seniman yang ada di Kabupaten Sidoarjo baik seniman tradisional maupun seniman modern bisa menciptakan kerukunan dan kekeluargaan, jangan selalu bengkerengan (bertengkar) terus,“ tutur Bupati Sidoarjo Drs Win Hendrarso MSi ketika membuka Pameran Lukisan “Simphoni 2004” dalam rangka hari jadi Kabupaten Sidoarjo ke 145 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Sabtu (24/01) malam.
Di depan para seniman Win berjanji, bahwa Pemkab Sidoarjo akan memfasilitasi secara maksimal terhadap seniman-seniman yang mau maju, kreatif dan inovatif,” tegasnya yang disambut tepuk tangan oleh semua yang hadir.
Pameran lukisan selama 6 hari mulai 24-29 Januari 2004 yang menempati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo ini merupakan awal untuk membuka pendopo sebagai kegiatan untuk masyarakat umum, sebab selama ini pendopo dikenal sebagai tempat yang tertutup bagi masyarakat umum,” terang Win Hendrarso.
Kita semua mempunyai keyakinan dan menyadari memang semakin perlu upaya-upaya yang intensif untuk membina saling pengertian, saling membutuhkan dan rasa terlibat satu sama lain antara pemerintah, masyarakat dan seniman. Juga antara olah ragawan, kesenian, ekonomi dan bidang-bidang yang lain untuk membuat suatu sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat yang selaras, seimbang dan serasi dalam segala bidang, katanya.
Ketua Komite seni rupa Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) Farid Firdaus melaporkan, pameran lukisan “Simphony 2004” kali ini mengedepankan 14 pelukis yang bisa mewakili komposisi seni lukis Sidoarjo dengan latar belakang seluruh pelakunya teruji totalitas, kontribusi dan dedikasi dalam perkembangan seni rupa khususnya seni lukis di Sidoarjo. “Even ini diharapkan dapat mengukuhkan posisi yang bisa memperjelas peta pembangunan di bidang kesenian Sidoarjo,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati didampingi Ny Win Hendrarso dan para pejabat dilingkungan Pemkap Sidoarjo serta berbagai senimam, mencoretkan cat minyak diatas kanvas sedangkan Ny Win Hendrarso melakukan pengguntingan rangkaian bunga melati sebagai tanda pameran lukisan Simphoni 2004 terbuka untuk umum.
Usai pembukaan, Bupati dan beberapa pejabat menuju Alun-Alun Sidoarjo yang diiringi oleh 12 pemusik diantaranya 6 pemusik jimbe dari Bandung dan 6 pemusik rebana dari Sidoarjo untuk menyaksikan gelar musik kolaborasi Sawung Jabo dengan seniman Sidoarjo (Toro dkk), dan seniman dari Bandung. *(joko)
Sumber: http://www.d-infokom-jatim.go.id/news.php?id=118
Senin, 26 Januari 2004 11:20:46