Gagas Konsep Terbuka, Buang Kesan Lukisan Mahal
Seniman-seniman Sidoarjo dan Jawa Timur tidak mau meninggalkan tahun 2007 tanpa kegiatan berkesenian. Mereka menggagas even seni yang monumental di pengujung tahun. Bagaimana kiprah mereka?
RAHMAD S.-F. ROZI, Sidoarjo
Kesibukan mewarnai Pendapa Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sidoarjo di Jl Sultan Agung. Halaman kantor itu penuh dengan lukisan dan perangkat seni, bahkan segera menjadi pentas kreativitas.
Sedikitnya 12 seniman dan budayawan serta penikmat seni menyuguhkan berbagai karya pada 1 hingga 6 November mendatang. Mereka adalah Djoko Lelono, Setiyoko, Nunung Bachtiar, Hery Suyanto, Hardono, Yanto Kesit, Kang Jo, Djaga, Muskhlis, Misgei, Novita Sechan, dan Jumartono. Ada pameran lukisan, musik kontemporer, teater, campursari, dan puisi. Tak ketinggalan, diskusi seni budaya.
Dengan motor Sanggar Seni Lukis Tanah Jawa, even kesenian tersebut mengusung konsep ruang terbuka. Djoko Lelono, salah seorang seniman, menyebut bahwa konsep itu sengaja dipilih guna memberikan ruang sebesar-besarnya bagi seniman dan penikmat seni untuk ikut berpartisipasi.
“Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan bisa mengaksesnya tanpa rasa segan,” kata Djoko. Konsep terbuka itu, jelas dia, juga bermakna keinginan mengikis kesan bahwa seni, khususnya lukisan, adalah sesuatu yang mahal dan mewah.
Meski demikian, para seniman tersebut tetap “membungkus” karya-karya seni mereka dengan kreatif. Sebanyak 55 lukisan digantung dengan paduan latar belakang dinding hitam. Di atasnya, gugusan jerami kering tampak memayungi karya seni itu. Belum lagi lampu sorot yang terus mengeksploitasi setiap lekuk coraknya. Paduan penataan ruang, pencahayaan, dan kualitas karya tetap menghadirkan nuansa berkelas.
Djoko menambahkan, pameran tersebut juga dilengkapi dengan tempat cangkrukan yang sengaja disiapkan untuk siapa saja. “Siapa pun bisa duduk di tempat ini. Mereka bisa berdiskusi tentang seni budaya atau apa saja,” terang Djoko.
Untuk itu, panitia mengundang 400 undangan guna turut menghadiri acara tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintahan, pendidikan, dan sebagainya. Forum itu, menurut Djoko, bakal menjadi ajang diskusi untuk persiapan Festival Seni Sidoarjo pada Januari tahun depan. (*)
Radar Sidoarjo, Jumat, 02 Nov 2007
Semoga tetep senantiasa berjalan pada landasannya.
SUKSES trs DEWAN KESENIAN SIDOARJO
Salam budaya.
Kok lama banget gak dimutakhirkan? Kalau bisa informasi terbaru tentang Dewan Kesenian, kegiatan pelukis/seniman, diposting biarpun tidak panjang agar kita bisa lebih mudah mengakses informasi.
Suwun.
ok tengkyu, maklum lupa nek duwe blog hahaa…