Disamping nama-nama tersebut, berikut ini adalah seniman Sidoarjo yang juga potensial dan aktif sebagai pelaku dan organisator kesenian.
• Bambang Trimuryono (Eyang Bete), dikenal sebagai pelaku kesenian yang sering menggelar dan/atau mendorong seniman lain untuk memperluas wawasan dalam berbagai kegiatan diskusi dan semacamnya. Pernah mendirikan Forum Kebudayaan Sidoarjo.
• Djoko Supriyadi. Jabatan formalnya sebagai kepala bidang PNFI (Pendidikan Non Formal dan Informal) Dinas Pendidikan Kab. Sidoarjo, banyak aktif di berbagai kegiatan kesenian, termasuk pengurus Dekesda sejak tahun 2000. Aktif di organisasi pedalangan, dan sering menggerakkan seni tradisi, termasuk musik keroncong. Tinggal di Griyo Karya Sedati Gede Permai G-10, Sedati, Telp: 0818 326236
• Drs. Moch Rochani, MSi. Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Sidoarjo, masih menjabat Ketua Umum KONI Kabupaten Sidoarjo, memimpin Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) periode 2008-2011, disamping masih menjabat sebagai ketua umum organisasi pedalangan (Pepadi) serta Wakil Ketua PC NU Kab. Sidoarjo. Tinggal di Pondok Mutiara AF-1. Telp: 031 8050509.
• Gatot Kintranggono. Sehari-hari adalah guru kesenian di SMPN 1 Sidoarjo, selalu terpilih menjadi pengurus Dekesda sejak tahun 1994, dimasa kepemimpinan Sukarno. Gatot banyak memotivasi kesenian, khususnya di kalangan pelajar, sering menjadi pelatih dan juri lomba-lomba kesenian. Pernah kuliah di jurusan seni rupa Unesa (dulu IKIP Negeri Surabaya), masih suka melukis dan kadang-kadang ikut pameran. Tinggal di perumahan Magersari Permai, Blok AO 10 Sidoarjo. Telp: 081 7506 7775
• Hartono AJE, dikenal sebagai pemilik Resto Akar Jati di jalan Simpang GOR Sidoarjo. Alumnus FKH Unair ini pernah menjabat ketua Dewan Kesenian Sidoarjo dan juga aktif di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Sidoarjo. Di restonya yang didesain artistik itu banyak dilangsungkan acara-acara kesenian, bukan sekadar pentas musik atau seni pertunjukan lainnya, tapi juga diskusi-diskusi budaya yang memperkaya wawasan.
• Henry Harianto Yatmoko. Mengaku bukan seniman, bukan pelukis, tahun 2005 mempelopori lahirnya Kampung Seni di Pondok Mutiara dengan cara meminta agar 48 gerai atau kios kerajinan yang mangkrak dijadikan ajang kreasi para seniman lukis. Agenda pertama adalah membuat pameran Gelar Seribu Lukisan di Pondok Mutiara selama satu bulan. Lelaki kelahiran Solo ini membentuk Forum Komunikasi Pelukis Sidoarjo (FKPS), membuat beberapa galeri lukis, kemudian tutup, kemudian buka lagi di tempat lain, kemudian tutup lagi, dan seterusnya, tapi tak pernah kapok.
• Kris Maryono. Sehari-hari sebagai PNS di RRI Stasiun Surabaya, Kris aktif menjadi penggerak kesenian di Sidoarjo. Bahkan dalam Dekesda duduk sebagai ketua bidang Humas. Tinggal di Bulu Sidokare RT 01 RW 01 No 21. HP: 0813 3177 5530.
• Mahmud Yunus Al Welly. Dikenal sebagai pelaku kesenian yang aktif, meski tidak berposisi sebagai seniman kreator. Selalu menjadi pengurus Dekesda sejak tahun 2000, dan sering dipercaya sebagai bendahara. Alumnus Unesa, banyak aktif juga di berbagai organisasi sosial dan keagamaan, disamping pekerjaannya sebagai guru dan wakil kepala sekolah SMPN Prambon. Tinggal di Kampung Seni Pondok Mutiara, telp: 081 2322 9431
• Mulyono Mukhsim. Kelahiran Sidoarjo tahun 1963, Mul memimpin grup teater Lekture, juga aktif di sastra, mengajar ekstra kurikuler sastra dan teater di sekolah-sekolah dan sanggar kesenian, sering membawa nama Sidoarjo dalam berbagai festival tingkat propinsi, termasuk menjadi Duta Seni Pertunjukan. Mulyono, jebolan jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenggala Sidoarjo. Mul juga duduk sebagai anggota Pleno Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) setelah aktif di posisi Biro Teater sejak lembaga ini berdiri, dan pembina sanggar sastra ARS (Alam Ruang Sastra) Sidoarjo. Rumahnya di Perum Bluru Permai N-11, Telp 8955465,. 081.331278257
• Noengky “Sakek” Prasedarnanto. Menjabat ketua umum Dekesda periode 2005-2008, terpilih kembali dalam periode berikutnya, namun mengundurkan diri. Bekerja di periklanan, semasa menjabat ketua Dekesda banyak membantu kegiatan kesenian, termasuk menjalin hubungan baik dengan pihak pemerintah kabupaten Sidoarjo.
• Rully Anwar. Sehari-hari berprofesi sebagai reporter Radio Suara Surabaya, aktif dalam penyelenggaraan kegiatan kesenian.
• Soekarno. Dialah orang pertama yang memimpin Dewan Kesenian Sidoarjo, meski secara formal jabatan itu berupa presidium (bersama Djoko dan Makmur). Tinggal di kawasan Siring Barat, Soekarno dikenal sebagai aktivis kebudayaan, sering terlibat dan menjadi motor kegiatan kesenian, termasuk dalam dunia pedalangan dan seni pusaka.
• Sutrisno Kasim. Pembina dan pengelola sanggar tari Delta Tivikrama, kelahiran Sidoarjo, April 1954, mantan wartawan harian Suara Indonesia. Telp: 031 77813844.
• Yasluck Hassan. Meski bukan termasuk kreator seni, Yasluck adalah sosok yang sangat peduli kesenian. Menjadi pengurus Dekesda biasanya membidangi bendahara atau keuangan, belakangan duduk sebagai pengurus pleno Dekseda ketika saat yang hampir sama terpilih menjadi anggota DPRD Kab Sidoarjo dari daerah pemilihan Krian. Lahir di Sidoarjo 4 Maret 1959, tinggal di Jl. Raya Basuki Rahmat no 360, Jagalan, Krian. Telp: 031 8971881.
(sumber: Buku Potensi Kesenian Sidoarjo)